Penipuan di Dunia Numismatik 27 Oktober 2009
Semenjak membuat blog Uang Lama dotcom
ini, saya sering mendapat email, SMS, bahkan telpon aneh-aneh.
Bagaimana anehnya? Contohnya, ada seseorang yang menelpon dan
menanyakan uang pecahan seratus tahun 1974 kertas. Tanpa membuka
katalog pun saya tahu betul kalau uang yang ditanyakan itu tidak ada.
Tapi si Bapak tadi ngeyel dan bahkan berpesan untuk segera menghubunginya bila saya sudah dapat uang yang dimaksud.
Lalu ada lagi bapak-bapak dari Kalimantan yang menanyakan uang pecahan 100 tahun 1992 bergambar kapal layar. Mulanya saya kira yang dimaksud Bapak itu uang 100 bergambar perahu phinisi.
Tapi ternyata ia benar-benar mencari uang 100 bergambar kapal layar,
bukannya perahu phinisi. Usut punya usut, rupanya si Bapak mendapat
info kalau bisa memperoleh uang itu bakal kaya raya karena selembar
dihargai jutaan rupiah. Alhasil, si bapak pun sempat merugi setelah
terlanjur membeli 10 gepok uang 100 tahun 1992 yang dikiranya uang
kapal layar.
Pak Wisnu, penjual uang lama kenalan saya yang buka
lapak di Pasar Klithikan Jogja, punya cerita lebih seru. Ia lebih
sering didatangi orang yang menanyakan uang yang tidak pernah ada.
Seperti uang 100 kertas tahun 1991, uang logam bergambar Soekarno, dll.
Karena memang uang-uang tersebut tidak pernah ada, Pak Wisnu
menerangkan pada orang yang mencari tadi sambil menunjukkan katalog
uang kertas.
Fenomena apa ini? Beberapa penjual dan kolektor
yang saya tanyai tentang masalah ini kompak berkata kalau hal tersebut
ulah sindikat. Entah sindikat apa, yang jelas mereka menyebarkan berita
bohong dengan iming-iming kekayaan. Modusnya, mereka meminta tolong ke
sebanyak mungkin orang untuk mencarikan uang tertentu. Katakanlah uang
100 kapal layar tadi. Nah, kepada orang-orang tersebut mereka bilang
akan membelinya dengan harga sangat tinggi, biasanya sampai kisaran
jutaan rupiah.
Mendengar tingginya harga yang dijanjikan, maka
banyak orang kemudian terbujuk dan bergerak mencari uang yang dimaksud.
Tentu saja mereka tidak akan pernah mendapatkannya karena uang tersebut
memang tidak pernah dicetak oleh Bank Indonesia. Setelah capek berburu
dengan hasil nol, orang-orang yang mencari ini kemudian digiring pada
opini bahwa uang yang dicari itu memang benar-benar langka, karena
itulah harganya sangat mahal. Puncaknya, orang-orang tersebut diarahkan
untuk membeli ke seseorang yang memiliki uang dimaksud.
Kalau
sudah begini, kemungkinan penipuannya ada dua. Pertama, si pemilik uang
tersebut adalah bagian dari sindikat; dan kedua, uang yang dimilikinya
adalah uang palsu karena bukan uang resmi yang dikeluarkan Bank
Indonesia. Apapun yang terjadi, jelas itu sebuah penipuan. So,
berhati-hatilah bila menerima kabar-kabar bombastis semacam itu.
Bukannya untung, bisa-bisa malah buntung.
Agar terhindar dari
penipuan bermodus uang lama seperti itu, ada baiknya Anda berkonsultasi
dengan kolektor atau penjual uang lama dan jangn langsung percaya pada
iming-iming bernilai jutaan. :D
|